Selasa, 16 Februari 2016

variabel

variabel

Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Moh. Nazir). Dengan demikian, variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan. 
Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Setelah kita membicarakan beberapa pengertian dasar tentang variabel, berikut ini kita akan membicarakan beberapa macam variabel ditinjau dari aspek hubungan antar variabel yang digunakan untuk penelitian. 
Partama adalah variabel dependen (terikat). Variabel ini merupakan variabel terikat yang besarannya tergantung dari besaran variabel independen (bebas). Besarnya perubahan yang disebabkan oleh variabel independen ini, akan memberi peluang terhadap perubahan variabel dependen (terikat) sebesar koefisien (besaran) perubahan dalam variabel independen. Artinya, setiap terjadi perubahan sekian kali satuan variabel independen, diharapkan akan menyebakan variabel dependen berubah sekian satuan juga. Sebaliknya jika terjadi perubahan (penurunan) variabel indepnden (bebas) sekian satuan, diharapkan akan menyebabkan perubahan (penurunan) variabel dependen sebesar sekian satuan juga. Hubungan antar variabel, yakni variabel independen dan dependen, biasanya ditulis dapal bentuk persamaan, Y = a + bX. Misalnya bentuk eprsamaan linear Y = 3 + 2X. Y adalah pengguaan Pupuk dalam satua Kwintal, dan Y adalah hasil produksi padi dalam satuan Ton. Bila terjadi perubahan X sebesar 1 ((satu) satuan (kwintal), diharapkan akan terjadi perubahan Y sebesar 2 (dua) satuan Ton.

Variabel Moderator

Analisis hubungan yang menggunakan minimal dua variabel, yakni satu variabel dependen dan satu atau beberapa variabel independen, adakalanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model staistik yang kita gunakan. Dalam analisis statistik ada yang dikenal dengan variabel moderator. Variabel moderator ini adalah variabel yang selain bisa memperkuat hubungan antar variabel, dilain pihak juga bisa memperlemah hubungan antara satu atau beberapavariabel independen dan variabel dependen. Misalnya pelatihan yang diikuti karyawan sebuah perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan menyelesaikan tugas-tugas administrasi. Seluruh karyawan yang mengikuti pelatihan tersebut memiliki jenjang pendidikan yang sama. Tetapi setelah selesai mengikuti pelatihan dan dilakukan uji ketrampilan, ternyata kemampuan karyawan yang berasal dari sekolah kejuruan, memiliki ketrampilan yang lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang berasal dari Sekolah Unum. Perbedaan ketrampilan karyawan yang berasal dari sekolah Kejuruan, dibendingkan dengan Ketrampilan Kerja disebabkan oleh adanya perbedaan kemampuan menyerap materi yang disampaikan ketika melaksanakan pelatihan. Kondisi ini bisa saja terjadi karena ada variabel moderator yang bisa menyebabkan karyawan yang berasal dari Sekolah Umum memiliki motivasi yang lebih rendah untuk mengikuti pelatihan jika dibandingkan dengan Karyawan yang berasal dari sekolah Kejuruan. Dalam contoh di atas pelatihan adalah variabel independen, prestasi kerja adalah variabel dependen, dan motivasi untuk mengikuti pelatihan adalah variabel moderator. Atau dengan kata lain, variabel moderator memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen.

Variabel Intervening.

Variabel yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel (variabel moderator), secara teori merupakan satuan yang bisa diukur. Akan tetapi variabel yang yang nilainya secara satuan relatif tidak dapat diukur secara pasti, misalnya sedih, gembira, sakit hati, stress, frustasi dan sebagainya, merupakan variabel intervening. Contoh: meningkatnya hasil produksi padi dalam suatu lahan sawah yang diukur dengan satuan penggunaan biaya pupuk tinggi, biaya pembelian bibit padi tinggi, dan pengairan yang baik, tetap tidak mengalami peningkatan hasil produksi padi secara signifikan. Kemudian setelah diteliti secara seksama, ternyata sebagian besar lahan sawah sedang terserang hama.

Variabel Kontrol.

Variabel yang sering digunakan oleh penelitian, selain variabel moderator dan variabel intervening adalah variabel kontrol. Variabel ini (kontrol), kualitas dan kuantitasnya biasanya bisa dikendalikan oleh peneliti sesuai dengan waktu dan tempat yang dikehendaki. Misalnya saja produktivutas lahan sawah yang diukur dengan satuan penggunaan bibit, peneliti menggunakan variabel kontrol dalam bentuk kualitas dan kuantitas pupuk yang sama. Akan tetapi kualitas dan kuantitas bibitnya berbeda. Kualitas dan kuantitas bibit padi sebagai variabel bebas, yang diukur dalam satuan kg., sedangkan produktivitas lahan sawah merupakan variabel terikat yang diukur dalam satuan ton, sedangkan kualitas dan kuantitas pupuk dalam jumlah sama digunakan sebagai variabel kontrol.

MACAM-MACAM VARIABEL DALAM PENELITIAN
A. Pengertian
1. Suharsimi Arikunto (1998:99) variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.
2. Ibnu Hajar (1999:156) yang mengartikan variabel adalah objek pengamatan atau fenomena yang diteliti.
3. Sutrisno Hadi (1982:437) variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi, perlakuan, atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen.
4. M. Nazir (1999:149) variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai.
5. Variabel adalah gejala atau obyek penelitian yang bervariasi, contoh: 1) variabel jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), 2) variabel profesi (guru, petani, pedagang).

B. Macam-macam Variabel
1. Variabel Kuantitatif.
a. Variabel diskrit ( nominal,kategorik) yaitu variabael 2 kutub berlawanan. Contoh:
1) Kehadiran : hadir, tidak hadir
2) Jenis kelamin : laki-laki, perempuan.
b. Variabel kontinum
1) Variabel Ordinal : variabel tingkatan. Contoh: Satria terpandai, Raka pandai, Yudit tidak pandai.
2) Variabel Interval: variabel jarak. Contoh: jarak rumah Anto kesekolah 10 km,
sedangkan Yuli 5 km maka vr intervalnya adalah 5 km.
3) Variabel Ratio: variabel perbandingan (sekian kali). Contoh: berat badan Heri 80 kg, sedangkan berat badan Upi 40 kg, maka berat badan Heri 2 kali lipat Upi.

2. Variabel Kualitatif adalah variabel yang menunjukkan suatu intensitas yang sulit diukur dengan angka. Contoh : kedisiplinan, kemakmuran dan kepandaian.
3. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor).
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

4. Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen).
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas.
Contoh: Pengaruh Iklan Terhadap Motivasi Pembelian. Iklan = Variabel Independen Motivasi Pembelian = Variabel Dependen.

5. Variabel Moderator.
Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan
antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai
variabel independen kedua. Contoh: Anak adalah variabel yang memperkuat hubungan suami isteri. Pihak ketiga adalah variabel yang memperlemah hubungan suami isteri.

6. Variabel Intervening (Antara).
Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak dapat diamati atau diukur. Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independent) dengan Kepuasan Konsumen (Intervening) dan Loyalitas (Dependen).

7. Variabel Kontrol.
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Contoh: Apakah ada perbedaan antara tenaga penjual (sales force) yang lulus D3 dan S1 maka harus ditetapkan variable control berupa gaji yang sama, peralatan yang sama, iklim kerja yang sama, dan lain-lain. Tanpa adanya variabel kontrol maka sulit ditemukan apakah perbedaan penampilan karyawan karena faktor pendidikan.


artikel

12 januaari 16
Artikel
KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA DASAR

Kumpulan Rumus Matematika. Berikut ini saya mencoba merangkum beberapa rumus matematika untuk tingkat sekolah dasar. Memang masih jauh dari lengkap, tetapi saya mencoba untuk meringkasnya. Semoga ringkasan rumus ini dapat membantu anda dalam mempelajari matematika di sekolah dasar. Berikut ini beberapa rumus yang sering digunakan di sekolah dasar.

Konversi Satuan :
Panjang
Luas
Volume
Berat
Liter
kilometer
km²
km³
kg
kiloliter
hektometer
hm² 
hm³
hg(ons)
hektoliter
dekameter
dam² (are)
dam³
dag
dekaliter
meter
gr
liter
desimeter
dm²
dm³(liter)
dg
desiliter
centimeter
cm²
cm³
cg
centiliter
milimeter
mm²
mm³(cc)
mg
mililiter
naik : 10
turun x10
naik :100
turun x 100
naik :1.000
turun x 1.000
naik : 10
turun x 10
naik : 10
turun x 10
Satuan Berat  dan Satuan Waktu:
Satuan
Senilai
Satuan
Senilai
Senilai
1 ton
1.000 kg
1 tahun
52 minggu
365 hari
1 ton
10 kwintal
1 bulan
4 minggu
30 hari
1 kwintal
100 kg
1 minggu
7 hari
168 jam
1 kg
10 ons
1 tahun
4 triwulan
2 semester
1 kg
2 pon
1 windu   
8 tahun
96 bulan
1 pon
5 ons
1 abad
100 tahun
10 dasawarsa
1 pon
500 gram
1 milenium
1.000 tahun
10 abad
1 ons
100 gram
1 jam
60 menit
3.600 detik
Satuan Kuantitas :
·         1 lusin  =  12 buah
·         1 gros  =  12 lusin
·         1 gros  =  144 buah
·         1 kodi  =  20 lembar
·         1 rim  =  500 lembar
Rumus Kecepatan :
·         Kecepatan = Jarak : Waktu;
·         Jarak = Kecepatan x waktu;
·         Waktu = Jarak : Kecepatan
Rumus Debit :
·         Debit = Volume : Waktu;
·         Volume = Debit x Waktu;
·         Waktu = Volume : Debit
Rumus Skala :
·         Skala = Jarak Sebenarnya : Jarak Pada Peta;
·         Jarak Sebenarnya = Skala x Jarak Pada Peta;(jadikan km);
·         Jarak Pada Peta = Jarak Sebenarnya : Jarak Pada Peta,
Rumus Luas Bangun Datar :
·         Persegi = s x s,  keliling 4 x s;
·         Persegi panjang = p x l, keliling = 2( p +l);
·         Segitiga = 1/2 x alas x t; 
·         Jajargenjang = alas x tinggi ;
·         Belahketupat = 1/2 x d1 x d2 ;
·         Layang-layang = 1/2 x d1 x d2;
·         Trapesium = 1/2 (a +b) x tinggi;
·         Lingkaran = Ï€r², keliling = 2Ï€r
Rumus Volume Bangun Ruang :
·         Kubus = s x s x s, luas permukaan = 6 x s²;
·         Balok = p x l x t, luas permukaan = 2(pxl + pxt + lxt);
·         Prisma segitiga = L alas x t, luas permukaan = ( 2 x luas alas) + (t x keliling alas);
·         Limas segiempat = 1/3 x alas x tinggi, luas permukaan = s x s + 4(luas segitiga);
·         Tabung = Ï€r² x t, luas permukaan = 2Ï€r(r+t);
·         Kerucut = 1/3 x Ï€r²t, luas permukaan = Ï€ r (r + s);
·         Bola = 4/3 x Ï€r³, luas permukaan = 4 x Ï€r²
Rumus Konversi Satuan Suhu :
·         Rumus merubah celcius ke kelvin = Celcius + 273,15
·         Rumus merubah celcius ke rheamur = Celcius x 0,8
·         Rumus merubah reamur ke celcius = Rheamur x 1,25
·         Rumus merubah celcius ke fahrenheit = (Celcius x 1,8) + 32
·         Rumus merubah fahrenheit ke celcius = (Fahrenheit - 32) / 1,8
·         Rumus merubah rheamur ke farenheit = (Rheamur x 2,25) + 32
Operasi Hitung Campuran :
·         Pengerjaan dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu. 
·         Perkalian dan pembagian mempunyai kedudukan yang lebih kuat dibandingkan dengan penjumlahan dan pengurangan.
·         Perkalian dan pembagian memiliki kedudukan yang sama, artinya pengerjaan perkalian dan pembagian dilakukan terlebih dahulu. Apabila dalam pengerjaan hitung terdapat perkalian dan pembagian, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah pengerjaan sebelah kiri dahulu.
·         Penjumlahan dan pengurangan memiliki kedudukan yang sama. Apabila dalam pengerjaan hitung terdapat penjumlahan dan pengurangan, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah pengerjaan yang berada di sebelah kiri dahulu.
Operasi Hitung Bilangan Bulat :

Pada dasarnya perkalian bilangan bulat hampir sama dengan perkalian bilangan cacah. Namun pada perkalian bilangan bulat  terdapat aturan perkalian tanda dengan tententuan :
·         (+) x (+) = (+)
·         (+) x (-)  = (-)
·         (-)  x (+  = (-)
·         (-)  x (-) = (+)
Dalam operasi pembagian bilangan bulat juga berlaku aturan, sebagai berikut :
·         (+) : (+) = (+)
·         (+) : (-)  = (-)
·         (-) : (+)  = (-)
·         (-) : (-)   = (+)
Pengolahan Data :
·         Rata-rata = Banyak Data : Jumlah Data;




filsafat manusia

A.    LATAR BELAKANG

Era Globalisasi merupakan sebuah masa yang ditandai dengan perubahan pola hidup masyarakat dan kemajuan teknologi. Kehidupan manusia pada masa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat di segala bidang, baik di bidang ekonomi, sosial, dan pengetahuan. Sehingga manusia disibukkan oleh segala rutinitas dan aktifitas sehari-hari. Globalisasi sangat memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan karena di era ini manusia dimanjakan oleh mesin dan teknologi. Selain mempermudah manusia dalam menjalani kehidupan dengan serba instan, era globalisasi mempunyai sisi negatif.

Salah satu sisi negative dari masa globalisasi ialah menurunnya nilai-nilai bangsa, budaya, dan agama. Seperti menurunnya rasa nasionalisme terhadap Negara, lunturnya kecintaan terhadap budaya, dan berkurangnya spirit emosional ketuhanan. Manusia seakan-akan dihipnotis oleh perkembangan jaman, yang lambat laun akan menghapus nilai-nilai tersebut.

Selain itu, era globalisasi membuat manusia banyak yang melupakan akan jati dirinya sebagai manusia (hakikat manusia), dan hakikat tujuan hidup. Oleh karena itu diperlukan adanya pengetahuan tentang siapa sebenarnya manusia, dan apa hakikat dari tujuan manusia di ciptakan atau hakikat tujuan manusia menjalani kehidupan yang sekarang ini.


B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Pengertian Filsafat Manusia

2.      Hakikat Manusia Dalam Filsafat

3.      Hakikat Tujuan Hidup Manusia

4.      Manfaat Mempelajari Filsafat Manusia

C.     TUJUAN

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk menginformasikan atau memberitahukan pengetahuan tentang siapa sebenarnya manusia, apa hakikat tujuan hidup manusia, serta bagaimana hakikat manusia dalam filsafat. Setelah membaca makalah ini diharapkan manusia bisa sadar akan hakikat dan tujuan hidup yang sebenarnya. Sehingga manusia tidak seenak-enaknya dalam menjalani kehidupan ini. Selain itu, tujuan pembuatan makalah ini semoga dapat merubah model kehidupan di Era Globalisasi yang semakin jauh dari Tuhan yang menciptakan manusia.







PEMBAHASAN

1.      TEORI

A.    PENGERTIAN FILSAFAT MANUSIA

Menurut abidin (2007/3), filsafat manusia adalah bagian integral dari system filsafat, yang secara sepesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Pada intinya filsafat manusia adalah ilmu filsafat yang membahas tentang esensi manusia yang mencakup semua dimensi dari manusia. Maksud dari semua dimensi ialah membahas tentang fisik manusia, mental manusia, hakikat manusia, kedudukan manusia,tujuan asasi hidup manusia, apa yang harus dilakukan manusia dalam hidup, dan lain-lain.

Filsfat manusia merupakan sebuah hasil dari perumusan yang ada mengenai siapa sebenarnya manusia dan bagaimana hakikat dari mnausia itu sendiri dan segala yang baerkaitan pada seorang manusia. Bisa juga diartikan sebagai sebuah pandangan tentang hakikat yang sebenarnya dari keadaan dan kehidupan manusia beserta dengan segala kaitannya yang telah dirumuskan melalui sebuah proses berfikir secara mendalam. Ahira (2011).

Berbeda dengan ilmu-ilmu tentang manusia seperti Psikologi, Antropologi, Fisiologi, dan Anatomi. Ilmu-imu tersebut hanya menjelaskan tentang keadaan fisik, dan hanya diselidiki secara observasi dan eksperimental, serta ruang lingkupnya serba terbatas kepada objeknya. Seangkan filsafat manusia memahas esensi manu sia dengan lebih menyeluruh, mulai dari makna kehadiran manusia di duina, tujuan hidup manusia, kedudukan manusia di dunia, dan lain-lain.





B.     HAKIKAT MANUSIA DALAM FILSAFAT

Filsafat berpandangan bahwa hakikat manusia ialah manusia itu merupakan berkaitan antara badan dan ruh. Maka hakikat pada manusia adalah ruh sedangkan jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja, tanpa kedua subtansi tersebut tidak dapat dikatakan manusia. Munir (2008).

Menurut Qhiey (2010) Hakekat manusia adalah sebagai berikut :

1.      “Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

2.      Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.

3.      Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.

4.      Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas

5.      Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.

6.      Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.”



C.     HAKIKAT TUJUAN HIDUP MANUSIA

Hakikat kehidupan manusia adalah menuju kematian,suka tidak suka,mau tidak mau,manusia pasti akan mengalami yang namanya mati. Sesungguhnya kita datang kedunia ini bukanlah atas kehendak kita,manusia datang kedunia,bukanlah atas kehendak manusia itu sendiri,tetapi manusia datang kedunia atas kehendak Allah Swt. Kattasoff (2002:281). Oleh karena itu, dalam menjalani kehidupan, manusia tidak boleh menyia-nyiakan masa hidupnya untuk berbuat kebajikan.

Pada hakikatnya tujuan manusia dalam menjalankan kehidupannya mencapai perjumpaan kembali dengan Penciptanya. Perjumpaan kembali tersebut seperti kembalinya air hujan kelaut. Kembalinya manusia sesuai dengan asalnya sebagaimana dalam dimensi manusia yang berasal dari Pencipta maka ia kembali kepada Tuhan sesuai dengan bentuknya misalkan dalam bentuk imateri maka kembali kepada pencinta dalam bentuk imateri. sedangkan unsur materi yang berada dalam diri manusia akan kembali kepada materi yang membentuk jasad manusia. Sani (2007).



D.    MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT MANUSIA

Manfaat mempelajari filsafat manusia berguna untuk mengetahui apa dan siapa manusia secara menyeluruh. Selain itu, untuk mengetahui siapakah sesungguhnya diri manusia didalam pemahaman manusia yang menyeluruh itu. Abidin (2007/3). Maksud dari menyeluruh ialah tidak hanya mempelajari dari segi fisik dan mental, tetapi semua aspek yang berkaitan tentang diri manusia.

Filsafat manusia juga dapat membantu memberikan makna pada apa yang tengah kita alami, menentukan tujuan hidup, dan sebagainya. Secara teoritis, filsafat manusia dapat membantu kita meninjau secara kritis asumsi-asumsi yang tersembunyi di dalam teori-teori tentang manusia yang terdapat di dalam ilmu pengetahuan. Mufida,(2012). Manfaat lainnya dalalm mempelajari filsafat manusia yaitu memberikan pemahaman esensial tentang manusia dan hakikat tujuan hidup manusia agar lebih bermakna.

Menurut latif (2006:15), dengan mengetahui dan mengenal siapa diri manusia, maka manusia menjadi sadar tentang kehadiraya di dunia. Bukan itu saja, mengenal diri manusia sangat penting, artinya mengenal manusia berarti membebaskan manusia dari keterasingan, paling tidak terbebas dari keterasingan diri sendiri.Dengan kata lain, mengenal siapa diri manusia berarti memahami makna hadirnya manusia di dunia.

Hidup manusia dipimpin oleh pengetahuan manusia sendiri, oleh karena itu mengetahui kebenaran-kebenaran yang mendasar dalam hidup berarti mengetahui dasar-dasar hidup yang sebenarnya. Hal ini akan benar-benar Nampak pada etika manusia tersebut. Salam (2008:181). Dengan mempelajari filsafat manusia berarti mempelajari dasar-dasar dari esensi manusia. Setelah manusia mengetahui hakikat dirinya maka akan Nampak pada perubahan etika dalam menjalani kehidupan, serta lebih memaknai masa hidupnya.

 2.  ANALISIS

Filsafat manusia merupakan sebuah hasil dari perumusan mengenai siapa sebenarnya diri manusia, bagaimana hakikat manusia, tujuan asasi hidup manusia, dan kedudukan manusia. Filsafat manusia sangat penting dalam realitas kehidupan saat ini. Pasalnya, di dalam kehidupan era globalisasi, manusia telah terlena akan jati dirinya. Selain itu manusia juga  telah lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya yang disebabkan olehkemajuan teknologi.

Manfaat dari mempelajari filsafat manusia yaitu untuk mengetahui apa dan siapa diri manusia secara menyeluruh. Selain itu untuk mengetahui dan mengenal siapa diri manusia, sehingga manusia sadar tentang kehadirannya di dunia. Filsafat manusia juga dapat membantu memberikan makna dalam menentukan tujuan hidup.

Hakikat tujuan hidup manusia adalah menuju kematian. Oleh karena itu, selama hidup di dunia manusi diharuskan dapat memanfaatkan waktu hidup dengan sebaik-baiknya sebelum mencapai perjumpaan kembali dengan tuhannya. Tujuan hidup manusia ketika dipandang dari sisi agama yaitu untuk beribadah. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT, yang artinya: “Allah telah menciptakan jin dan Manusia kecuali untuk beribadah”. Oleh karena itu, selama manusia hidup di dunia harus dapat memabfaatkan waktu hidupnya untuk beribadah.





PENUTUP



A.    KESIMPULAN

Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa filsafat manusia adalah filsafat yang mengajarkan tentang hakikat manusia, hakikat tujuan kidup manusia, dan kedudukan manusia dimata tuhan. Hakikat manusia sendiri ialah Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.

Maka manusia harus mempunyai tujuan yang jelas dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Pada hakikatnya, tujuan hidup manusia adalah pejumpaan kembali kepada sang pencipta, sehingga segala perbuatan manusia di dunia yang baik maupun yang buruk, semuanya akan kembali kepada penciptanya.



B.     SARAN

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi  tentang Manusia Dalam Filsafat Manusia, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca dapat  memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca  pada umumnya.


DAFTAR PUSTAKA

Abidin, zainal. 2007. Filsafat Manusia, Memahami Manusia Dengan Filsafat. Bandung :PT. Remaja Rosdakarya Offset

Ahira, anne. 2011.http://www.anneahira.com/filsafat-manusia.htm. diunduh 05-12-2012. Pukul 17:18 WIB

Kattasoff, O Louis. 2002. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya

Latif, Juraid Abdul. 2006. Manusia, Filsafat Dan Sejarah. Jakarta : Sinar Grafika Offset


Munir, zaldy. 2008. .http://zaldym.wordpress.com/2008/07/15/filsafat-dan-hakekat-manusia-sebuah-pengantar/. Di unduh 05-12-2012. Pukul 16:37 WIB

Salam, Burhanudin. 2008. Pengantar Filsafat. Jakarta : Bumi Aksara

Sani, halim Abdullah. 2007 . http://halimsani.wordpress.com/2007/09/06/filsafat-manusiasiapakah-manusia/.Di unduh 30-11-2012. Pukul 19:56 WIB